Archive for April, 2008

saya anak baik2…

Tuesday, April 8th, 2008

kata Nabi Muhammad klo di pukul pipi kanan, kasih pipi kiri…
klo dipikir2 lagi, itu namanya ngeles…lha wong mau dipukul kanan kok malah madep kiri…ups, bukan ini yang mau saya bagi….

disini, disore yang cukup dingin ini. memakai jasa Flash punya om..jadi bisa ngenet..

akhirnya saya tidak sedih lagi melihat cinta lama saya mempunyai pasangan. cukup berat mungkin melepaskannya, entah berapa banyak hal yang kita lewati. tapi dia berarti dalam memberi kekuatan dan kesadaran akan hal yang disebut "sayang"…gila, antara sayang dan benci ternyata tipis banget jaraknya.

finally,saya terima itu…

disadarkan pula bahwa dari ketidaksempurnaanpun, saya bisa merasakan besarnya cinta seseorang. yang mampu dari pucuk rumahnya ke rumahku…mampu selalu mengalah/kalah jika sedang bertengkar….tak malu memeluk dan mencium even dunia sedang melirik kami…

finally,saya mendapat gantinya…

tapi ini not the end of the road…perjalananku belum usai, siapapun yang sekarang disisiku, disisinya…bisa saja berubah…tapi apapun yang saya jalani sekarang, saya berusaha menjaganya. sebaik mungkin…kalaupun harus melepaskannya lagi, akan kulakukan sehalus mungkin.

mungkin…

terima kasih yah…

dewiq mengiringi…

Tuesday, April 8th, 2008

"dunia sedang tak bersahabat…akan kudapat lebih darimu…lebih darimu" lagu dari Dewiq mengiringi…saat kutersadarkan bahwa ada yang tidak adil pada hidupku.

dia sudah sangat gamblang menulis di tempat umum bahwa dia sudah menemui tambatan hati, memaki kehadiranku dan menganggap bahwa aku hanya tai kucing.

saat kusapa dan tanpa tersadar pula tanganku menngenggam tangan lelakiku, dia pun tak urun mencaci lewat pesan singkatnya.

maunya apa sih? ditunggu tapi malah sombong karena menemukan kebahagiaan di perempuan lain. aku berpaling karna tak kuat membaca kalimat per kalimat yang dia sodorkan ke muka umum, dia pun juga tak henti memakiku…

maunya apa?jika sekarang kami sudah "masing-masing" aku harap Allah benar menentukannya.

letter from my Dad

Tuesday, April 1st, 2008

saat ku gundah…kukirimkan surat kilat via saudara Yahoo ke Papa…
tentang betapa lelahnya diri ini…dan beban akan tanggung jawab sebagai anak pertama.
apa yang beliau jawab sangat menggetarkan hati…dan aku sangat terbebaskan.
berikut ini adalah sepenggal kata-kata beliau yang kubagi untuk kalian para teman yang juga sedang merasa kelelahan melangkah, terkadang menangis di persimpangan..
" Hahahahaha anakku belajar mengerti Hidup dan menggelar kehidupan…kenapa kau merasa terbeban
         akan anak pertama…itu perasaanmu saja…papa takkan pernah
menerapkan hal itu…apa kau harus bertanggung jawab pada semuanya jika
papa tiada…tidak anakku…kau adalah kau….yang harus hadir dalam
dunia ini dengan Hidupmu sendir…jangan kau merasa terbeban…papa
adalah sebagai..pengada…pendorong…dlsb.

         bila beban kau terlalu berat letakkan dulu hela nafas dan
pungut sebagian lalu berjalanlah…sekiranya kau lelah
istirahatlah…papa ndak suka kau berbuat banyak dalam pikiranmu akan
menyenangkan orang banyak tetapi mengorbankan dirimu…jangan
anakku…berbuatlah sederhana…tapi kau bahagia…please don’t Cry for
something ya..

        pelukan kasih papa."

love you always papa